SUASANA MAKKAH DAN MADINAH

Haromain adalah dua kota suci yang selalu di kunjungi oleh umat Islam didunia, setiap saat tiada henti. Kalau di Makkah, tampak dari jama’ah yang tiada henti thawaf sepanjang masa kecuali waktu sholat. Sedangkan di Madinah, raudhah merupakan tempat mustajabah yang selalu diperebutkan jama’ah, juga sepanjang tahun. Beberapa hadits yang menggambarkan kesucian dan kelebihan kedua kota tersebut antara lain :

·         ”Sesungguhnya negeri ini (Makkah) dijadikan Allah tanah suci di hari Dia menciptakan langit dan bumi. Sebab itu, dia tanah suci karena kehormatan Allah, sampai hari kiamat. Sesungguhnya tidak halal berperang di sini bagi siapapun sebelum aku dan tidak halal berperang bagiku melainkan sesaat di waktu siang. Dia tanah suci karena kehormatan Allah sampai hari kiamat. Tidak boleh dipotong kayu berdurinya, tidak boleh dikejar binatang buruannya, tidak boleh diambil barang yang hilang kecuali oleh orang yang hendak memberitahukan (kepada umum) dan tidak boleh dipotong rumputnya” (HR Muslim)

·         ”Sesungguhnya Ibrahim menjadikan Makkah tanah suci dan mendo’akan penduduknya (beroleh rezeki), sedang aku menjadikan Madinah tanah suci sebagaimana Ibrahim menjadikan Makkah tanah suci dan aku mendo’akan berkenaan dengan gantang dan cupaknya (hasil bumi) Madinah dua kali lipat dari apa yang dido’akan oleh Ibrahim untuk penduduk Makkah” (HR Muslim)

·         ”Sesungguhnya Ibrahim menjadikan Makkah tanah suci dan aku menjadikan Madinah tanah suci antara tepinya. Tidak dipotong kayu berdurinya dan tidak diburu binatang buruannya” (HR Muslim)

·         ”Ya Allah, semoga Engkau menjadikan keberkahan kota Madinah dua kali lipat dari keberkahan kota Makkah” ( HR Bukhari Muslim)

·         ”Madinah adalah kubah Islam dan jantung keimanan. Di sanalah ketentuan halal dan haram diturunkan” (HR Ath-Thabarani dan Al-Mundziri)

·         ”Sholat di masjidku ini lebih utama seribu kali dibanding shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram dan sholat di masjidil haram lebih utama seratus ribu kali shalat daripada masjid lainnya (HR Ahmad, Ibnu Huzaimah dan Hakim)

Namun kedua kota tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap suasana kesehariannya. Salah satu bentuk ritual ibadah yang dilakukan di Makkah adalah thawaf mengelilingi ka’bah. Dalam kegiatan tersebut selama ini tidak bisa dilakukan pemisahan antara jama’ah laki-laki dengan perempuan. Kegiatan umroh juga merupakan ibadah sunnah yang membuat masjidil haram ramai dengan jama’ah yang lalu lalang didalamnya. Belum lagi di dalam masjidil haram banyak lokasi yang mustajabah, diantaranya hajar aswad, maqam ibrahim, hijir ismail ataupun multazam. Dan pada saat musim haji, seluruh jama’ah haji yang berjumlah 2-3 juta orang akan ’tumplek blek’ secara bersamaan berada di kota Makkah. Hotel penuh, kamar mandi antri, jalanan dan masjid penuh sesak dengan manusia yang hilir mudik. Di tambah lagi dengan sarana transportasi yang kurang bersahabat, dengan klakson yang sering kali mengagetkan kita. Suasana seperti itu menjadikan kota Makkah menjadi kurang nyaman, terutama di musim haji.

Sebenarnya Madinah bukan merupakan kota yang wajib dikunjungi dalam prosesi ibadah haji. Mengunjungi dan sholat di masjid nabawy hanya ’sunnah’ saja sifatnya. Dan tidak ada ibadah ritual yang lain kecuali sholat di masjid dengan waktu yang tidak mengikat. Setiap jama’ah haji biasanya diberi kesempatan untuk tinggal di Madinah selama 8 hari (agar bisa melakukan sholat arba’in) dengan cara bergiliran. Sehingga walaupun seluruh jama’ah haji seluruh dunia mampir ke Madinah tetapi waktunya tidak bersamaan. Jumlah jama’ah haji yang menginap di Madinah secara bersamaan paling berkisar antara 200 – 300 ribu orang. Udara kota Madinah yang lebih dingin, jumlah jama’ah yang lebih sedikit dan sedikitnya dinamika ibadah membuat suasana terlihat lebih tenang. Kekhusyu’anpun lebih terasa dalam beribadah di masjid nabawy.

Kota Makkah merupakan sebuah lembah yang dikelilingi deretan bukit, dengan ka’bah sebagai pusat yang paling rendah. Demikian juga kota Madinah dan jalan sepanjang Makkah – Madinah banyak berderet bukit berada di kanan kirinya. Tapi bukit tersebut tidak terlalu tinggi, berkisar mulai dari 10 hingga 400an meter dan tanpa tumbuhan sama sekali. Perbukitan tersebut merupakan perbukitan bebatuan dengan warna coklat kehitaman sebagai dampak dari panas matahari yang begitu terik. Jadi jangan membayangkan ada gunung yang menjulang tinggi seperti gunung arjuna yang tampak hijau dengan hutan disekelilingnya. Walaupun namanya jabal tsur, sebagai gunung yang tertinggi di kota Makkah, tingginya hanya sekitar 450 meter dari kaki bukit.

Pemerintah Saudi Arabia berusaha sedemikan rupa agar di tengah-tengah kota terdapat nuansa kehijauan. Upaya tersebut tampak dengan keberadaan beberapa taman hijau dengan bunga berwarna-warni di perempatan jalan dan sepanjang jalan utama. Dan yang paling menarik, pada setiap pohon perdu yang ditanam di sepanjang jalan, selalu didampingi 1 buah kran yang secara periodik mengalirkan air.

Mata air zam-zam merupakan salah satu keajaiban dunia yang berada di kota Makkah. Sumber air yang tidak pernah habis ini dikelola sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan jama’ah haji. Baik yang dikonsumsi selama di tanah suci maupun sebagai oleh-oleh bagi keluarga di tanah air. Di masjidil haram dan masjid nabawy, air zam-zam disediakan dalam galon-galon plastik yang ditempatkan secara merata di antara tiang masjid yang jumlahnya sangat banyak. Di sebelah galon plastik tersebut disediakan gelas plastik putih yang memudahkan jama’ah untuk meminumnya secara langsung. Secara umum air zam-zam tersebut sudah diberi es batu agar lebih terasa dingin dan segar. Namun juga disediakan air zam-zam tanpa es batu, yang tong plastiknya ditandai dengan tulisan zam-zam ghoiru mubarrod (zam-zam tanpa pendingin). Untuk memenuhi kebutuhan air zam-zam di masjid nabawy, pengangkutannya dilakukan dengan tangki besar sesuai dengan kapasitas jama’ah yang sedang berkunjung ke sana. Ketika saya tanya pada mahasiswa yang sedang belajar di Madinah, kok nggak dibikin saluran air zam-zam langsung dari sumbernya ke masjid nabawy? Mengingat kebutuhannya yang cukup banyak dan rutin. Mereka menjawab saluran yang panjang dan melalui gurun pasir yang panas akan merusak kualitas air zam-zam. Bahkan tangki airpun perlu pelapis yang lebih tebal dan tahan panas untuk menjaga kualitas air zam-zam. Sedangkan untuk kebutuhan air bagi hotel, perumahan penduduk dan kamar mandi umum dipenuhi dari air laut yang sudah ditawarkan.

Kondisi tempat penginapan jama’ah haji sangat beragam, baik jarak maupun fasilitasnya. Saya di Makkah menempati hotel berlantai 14 dengan fasilitas lift modern 6 buah dengan jarak tempuh jalan kaki kurang lebih 15-20 menit dari masjidil haram. Sebenarnya jaraknya kurang dari 1 km, tetapi karena daerahnya agak tinggi sehingga jalannya lama. Ada sebagian jama’ah yang suka naik kendaraan umum dengan tarif 1 riyal, tetapi pada H+5 naik menjadi 2 riyal. Setiap kamar diisi antara 3 sd 8 orang, tergantung besar kecilnya ukuran kamar. Adapun fasilitas kamarnya adalah kamar mandi, AC, TV, tempat tidur dan selimut sejumlah isi kamar, 1 buah lemari pakaian serta 1 buah lemari es. Kondisi tersebut tergolong sangat bagus sehingga kita tidak mendapatkan uang pengembalian penginapan. Ada jama’ah yang mendapatkan penginapan yang jaraknya sekitar 6 km dari masjidil haram, dengan lift yang sering rusak dan berbagai keterbatasan lainnya sehingga mendapatkan uang pengembalian sebesar 650 riyal.

Sementara di Madinah, saya mendapatkan penginapan yang agak jauh dengan fasilitas yang kurang memadai.  Kamar yang kami tempati berada di lantai 4 diisi dengan 13 orang, dengan kondisi lift yang suka macet. Dan yang paling fatal, kamar mandinya berdindingkan kaca padahal posisinya paling luar dan menghadap jalan raya. Bisa dibayangkan kalau kita mandi, maka seluruh aktivitas kita akan terlihat secara jelas oleh orang yang berada di  jalan atau hotel yang bersebelahan. Karena kebutuhan yang sangat mendesak, maka salah satu dari kami berinisiatif menutup kaca tersebut dengan kain panjang. Dengan kondisi yang kurang memenuhi standar tersebut, kami mendapatkan uang kembalian sebesar 100 riyal.

Mengenai sarana transportasi, sebenarnya ketersediaannya sangat banyak dan beragam, tergantung kita mau menggunakan sesuai selera kita. Mulai dari sedan yang mewah hingga mobil butut, dan hampir semuanya berfungsi seperti taxi gelap. Artinya tidak bisa kita bedakan antara mobil pribadi dengan taxi karena tidak ada merk usahanya serta tidak ada argometernya. Jadi semuanya serba tawar menawar. Demikian juga mobil angkutan umum (semacam L-300) dan bis, semua tidak punya jalur khusus. Jadi semua angkutan tergantung kepentingan yang penumpangnya. Yang jelas perilaku pengemudinya dalam menggunakan sarana jalan kurang tertib sehingga sering terjadi kemacetan dan bunyi klakson yang memekakkan telinga karena pengemudi mobil yang terdepan sedang bercanda atau tawar menawar dengan calon penumpang. Namun yang patut kita acungkan jempol adalah ketegasan petugas atas ketertiban parkir. Tidak ada mobil yang parkir di jalan lebih dari 5-10 menit. Kalau ada mobil yang coba-coba melanggar aturan tersebut, maka dengan segera datang mobil derek yang langsung membawa mobil tersebut tanpa toleransi.

Demikian sekilas gambaran tentang kondisi di tanah suci, semoga yang sedikit ini bisa membayangkan persiapan yang harus kita lakukan.

About these ads

3 Tanggapan

  1. Sangat menakjubkan dua kota suci yang setiap saat manusia bertambah padat padahal dilihat dari ongkos sampai dolar naik terus, dua tahun 3 tahun lalu tidak seperti ini jika kita umrah.

  2. ya Allah kapan aku bisa ke tanah suci

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: