Tanggal 10 Desember 2006 (H-1), saya pamitan berangkat haji via sms kepada beberapa ustadz yang saya kenal baik, salah satunya Ustadz Muhammad Sholih Drehem. Tidak lama berselang, HP saya berbunyi dan setelah saya lihat di screen ternyata muncul nama beliau. Begitu saya tekan tombol ok, beliau bilang, ”Mabruk akhy, semoga perjalanan haji antum dan istri lancar serta mendapatkan predikat haji mabrur. Saya tidak akan memberikan nasihat panjang lebar tentang teknis manasik haji tapi yang paling penting saya ingatkan substansi ibadah haji yang disampaikan dalam Al Qur’an surat Al Baqoroh ayat 197 yaitu falaa rofatsa walaa fusuuqo walaa jidaala. Selama menunaikan ibadah haji janganlah kita melakukan perbuatan dan mengucapkan perkataan cabul, jangan melakukan perbuatan fasik serta janganlah kita berdebat dalam berbagai persoalan. Cukup antum ingat ketiga hal yang sangat mendasar itu sepanjang perjalanan dan rangkaian haji antum.” Baca selebihnya »
Filed under: haji | Tinggalkan sebuah Komentar »